Selasa, 25 Desember 2018

urutan cerita novelku

Halo Guys and Ladies! hari ini gue akan memberitahukan novel yang direncanakan akan berseri. judulnya story about elf in my home:
1. Story about elf in my home: Stalvaltein (apa gua singkatin aja kali ya jadi Storatelf?) cerita ini berlatar tentang sang anak yang mengalami kesialan bernama Kyoshiro Yuzuru (namanya Jejepangan euy!) bertemu dengan Elf yang terlahir dari bunga yang dia beri nama Touka Yuzuru. terdiri dari 6 Arc yaitu:
a. Annie Flowers
b. Asuna Foxy
c. Akira Vamp
d. Shiro Musical
e. Minna Moonlight
f. Stalvaltein
2. Storatelf: Rikishi: cerita ini berfokus kepada Kyoushiro yang masih memiliki masalah tentang elf dirumahnya. Arcnya sendiri belum pasti bakalan ada apa nggak, jadinya, tunggu Revisi selanjutnya (gomenne~) kemungkinan, arcnya akan seperti ini:
a. Riku Star
b. Asuna Date
c. Minna Love
d. Shiro Ghost
3. Story about Memories in my home: cerita ini merupakan Prequel dari Storatelf, disarankan  untuk membaca ini terlebih dahulu, agar tahu cerita yang sebenarnya. memiliki 1 arc yaitu:
a. Mika time 
begitulah ceritaku. cerita ini ada di wattpad, jadi, silahkan membaca disana. nanti, kalau gua ada rencana lain, ntar gua revisi lagi.
hashtag wattpad: #Elf #Fantasy #Harem

Jumat, 06 Juli 2018

genre School, Friendship, dan musik: Friend's Memory: alunan angin sejuk part-01 & 02


 Friend’s memory
Kenangan masa SMP: alunan tanpa henti
Alunan angin sejuk-part 1
apa yang kau bayangkan tentang masa SMP? yah, tentu kalian memiliki yang namanya pelajaran, ekskul, teman, tugas sekolah, dan banyak lagi. selain itu kalian punya kenangan indah kan. di buku ini kalian akan mendengarkan cerita dari seorang anak SMP yang bernama Brian...
siang itu Jumat-21-September-2018...
hari itu sangat sejuk, enak dipandang. disekolah itu ada aku. hai namaku Brian Evan kalian bisa memanggilku Brian. aku lagi di ruangan kelas yang hampir sepi karena semua murid sudah pulang. yah, kebetulan diriku pulang bersama temanku yang bernama Chandra dan Dian (bukan Dian Sastro ya. uubbhh.) aku melihat mereka sudah menunggu di tempat rak sepatu.
“halo, temen-temen” salamku pada mereka “kita pulang bareng yuk”
“ayo” kata Chandra “mau apalagi emangnya”
“iya, ayo” kata Dian
“iya, sebentar” aku mengambil rak sepatu dan lalu kami pulang bersama.
aku merasa kesepian biasanya tanpa teman-temanku dan lalu sejujurnya aku bisa main piano. lagu yang kubisa? mungkin 5. Ayahku seorang pianis hebat di sini. bukannya sombong, ini emang kenyataannya. Ibuku seseorang Ibu Rumah Tangga/IRT. yah, aku waktu kecil diajari oleh Ayahku soal bermain Piano. dan aku bisa sejak usiaku 7 tahun. tentu saja aku punya banyak teman. namun, yang paling BFF (Best Friend Forever maksudnya) adalah mereka berdua. bahkan, orang tuaku tetanggaan bareng mereka. aku bersekolah di SMP 4 Kotabaru.
“assalamualaikum, aku pulang”
“waalaikumsalam”

~~~
keesokan harinya.....
dikelasku, semua berjalan seperti biasanya. yah, nggak aneh juga bagiku.
saat aku istirahat, aku bertemu dengan guruku. guru ekskul musik, namanya Bu Siska.
“assalamualaikum, Bu Siska”
“waalaikumsalam, Brian. ada apa?”
“aku mau ngumpulin tugas kemaren”
“oh, ya udah. nanti kita perlihatkan dulu di ekskul ya”
“oks”
bel masuk KRIIIIIINNNNNNGGGGGG......
aku memikirkan, kalau not balok salah. mungkin aku di beri nilai jelek sama Bu Siska. aku biasanya kurang suka membaca not balok. maksudku, aku kurang bisa.
“kamu kenapa sih Brian” kata Dian “kamu sakit ya?”
“eeee, nggak kok. cuman kepikiran”
“kepikiran apa hayo” dia menatapku seperti mengancam “mikirin cewek ya”
“nggak kok rahasia. wek” ejekku
“hahahahaha, bercanda kok” kata Dian
“apaan coba” kataku mengoceh “lagian kan aku ini kan...”
“assalamualaikum anak-anak, selamat pagi” kata Pak Sandi
“waalaikumsalam Pak, selamat pagi Pak” kata murid-murid
aku menghela nafas lega, untungnya nggak bernasib naas.
“kau ini...!!!”
“apaan sih Brian. gua gak ngapa-ngapain kok”
“baiklah, anak-anak kita punya teman baru”
“hah” pada saat aku mendengarkan kata-kata tersebut, angin memberikan lantunan indah. entah kenapa ini terjadi?. anak baru itu masuk kedalam kelas.
“assalamualaikum semuanya. namaku Dita Salsabila dan aku tinggal di perum Pondok Mekar Indah. salam kenal”
aku merasa kalau namanya pernah kudengar di suatu tempat. tapi dimana ya?. mungkin aku Dèja vù. ahhh, tidak itu hanya mitos. mungkin kebetulan pernah kedengeran ajah.
                                                         ~~~
di waktu ekskul...
di kelas 3 digedung Ekskul, aku menduduki bangku yang ada piano didepannya. disini ekskul musik, disini terdapat alat musik piano, Biola, Suling, dan juga pianika. disini, diperbolehkan untuk acara selain orkestra seperti lomba piano, Biola, DLL...
bel berbunyi 3 kali dan Bu Siska masuk ke kelas.....
“assalamualaikum anak-anak”
“waalaikumsalam Bu”
“hari ini ada murid baru yang masuk ke ekskul ini. dan akan menjadi pendamping kamu Brian”
siapa ya?. aku merasa angin menerpa diriku dengan suara merdu lagi. apa itu dia.
“namanya Salsa”
dia!!! aku gak nyangka kalo dia itu pendampingku. dan dia memilih Biola. kurasa agak pantas jika piano dipadukan dengan Biola. semua menyorakiku dengan kata-kata cemburu ‘cieee pacaran nieh’ hah, kejam banget mereka.
“silahkan, tunjukkan kemampuanmu”
“ya, Bu”
lagu Turkish March- Wolfgang Amadeus Mozart.
ini lagu dengan nada yang cepat. ini agak sulit bagi pemain Biola, tapi dia bisa! sempurna!. aku nggak nyangka dia secepat diriku, aku jadi minder karenanya. tapi dia nadanya agak pelan di saat-saat terakhir, mukanya agak lesu. kenapa?
~~~
bel pulang berbunyi KRIIIINNNNGGGG.
Bu Siska menyuruh aku dan Salsa untuk jangan pulang dulu. mungkin karena agar suara pianoku dan dia bisa dipadukan dengan baik.
lagu Turkish March- Wolfgang Amadeus Mozart.
wah, ternyata pas sih. agak diperbaiki lagi. wah, bisa jadi duet hebat nih!
namun, aku merasa ada yang melihat diriku dan Salsa.
“wah, Brian dan Salsa pacaran. wah, kita bilangin yuk” kata Dian
“hei, kalian ngapain disini. kita cuman latihan. ya nggak?”
“ya”
“ubbbhhhh. udahlah kita bercanda kok, lagian ini kan tugas sekolah”
menyebalkan, aku ditipu lagi. yah, tapi akhirnya semua hampir selesai.
~~~
aku pulang berempat Sore itu. aku, Dian, Chandra, dan Salsa. kami seperti reuni keluarga. aku dan Salsa kakak beradik, Dian dan Chandra suami istri. kami berbincang-bincang. aku lalu menatap langit. menempelkan seluruh pikiran ke langit, dan bergumam
“mungkin, semua keanehan ini adalah perasaanku saja. dan mungkin akan menjadi sebuah kisah indah. di waktu SMP”
angin sejuk berhembus dengan indahnya
~~~
Alunan angin sejuk-part 2
keesokan harinya...
dunia sepertinya bersinar dengan terangnya. memulai hari baru yang indah. setelah aku sarapan aku langsung berangkat menuju ke sekolah. sekalian aku menunggu temanku.
lalu aku bertemu Salsa
aku berbincang sebentar dengannya. dan aku tahu kalau Ibunya memiliki penyakit anemia yang parah. Ibunya sudah operasi 2 kali. dan sekarang kambuh lagi. namun Salsa berusaha memenangkan lomba Biola. dia mendapatkan kemenangan terus-menerus. dan berharap agar Ibunya mendapatkan kesembuhan... aku sangat berduka cita mendengarkannya.
lalu aku bertemu dengan Dian dan Chandra, kami mulai berangkat ke sekolah.
di sekolah...
di ruangan seni, aku selalu berlatih piano, berlatih dan berlatih. aku sebenarnya tidak diperbolehkan latihan piano diluar pelajaran SBK atau ekskul. namun, berkat Bu Siska, akhirnya aku diperbolehkan bermain piano. tapi, aku merasa gak enakan mendapatkan hal-hal seperti itu, seperti makan kue manis kebanyakan, itu membuatmu agak enek.
seperti biasa aku diintip oleh Dian dan Chandra. entah mengapa mereka sering mengintipku seperti itu. hah, aneh. tapi ada yang berbeda dari itu. Salsa juga IKUTAN, jadi minder kan aku. jahat banget mengajak si Salsa ngeliatin aku seperti itu.
namun, aku merasa kalau Salsa itu memiliki perasaan tenang, gak kayak si Dian ama Chandra. Salsa tenang sekali melihatku, seperti angin musim semi... sejuk dan benar-benar enak di rasakan. hah, udahlah gak usah lebay-lebay ah, aku ama Salsa belum halal, dikiranya pacaran, dosa tau!!!
~~~
aku pun menjalani istirahat kedua. aku benar-benar heran apa yang mereka lihat itu, di mading! aku harus lihat itu.
setelah aku lihat-lihat lagi itu ternyata AUDISI BERMAIN PIANO!!! aku terjatuh, kaget dan semuanya melihatku, tersenyum mengancam. aku kan pemalu kalau di depan banyak orang. yang lebih buruk lagi aku harus sama si Salsa. hah, hidupku kejam. yah, aku nggak yakin kalau aku harus mengikuti audisi itu, dan aku perlu izin ke Ibuku hmmm.
bel berbunyi kembali, saat itu ekskul. aku pun disuruh jangan pulang dulu ama Bu Siska. Dian dan Chandra sudah menunggu di depan kelas Ekskul kami, aku dan Salsa emang seperti duet yang paling top kata Dian dan Chandra. kataku juga aku belum halal, si Salsa juga ngomong kayak gini ‘kita tuh belom muhrim, ntar, nikah dulu’ waduh, jangan-jangan si Salsa kepengen ama aku AAAAAAARRRRRRRGGGGGHHHHHH, gak usah dipikirin dulu ah.
“Eh, Brian kita audisinya kapan sih?”
“kalo gak salah tanggal 26 September. tenang, 5 hari lagi”
lalu  Salsa marah-marah “heh, 5 hari lagi apaan, kita tuh dalam kondisi yang harus di selaraskan tau”
lah, di selaraskan, maksudmu. mungkin, dibenerin yah.
“ya iya maaf deh, lagian juga aku kan udah bisa”
“sombong banget sih”
aku pun ribut bareng ama Salsa. yah, aku yang sombongnya kelewatan yah, hihihihihi.
lagu Fur Elise-Ludwig Van Beethoven
di atas langit masih ada langit kata pepatah. aku ternyata masih sama bisanya ama Salsa, emang iya, aku yang sombongnya kelewatan.
keseharianku mulai berbeda sejak ketemu Salsa. tentunya Dian dan Chandra tidak aku lupakan juga.
~~~

Kamis, 10 Mei 2018

genre Friendship: Friend's Story: bab 1: kue ulang tahun

Friend’s Story 1

Kue Ulang Tahun Buatan Bi Tuti


Halo aku Ahmad, aku tinggal di perumahan kamboja, Karawang. aku hari ini sedang pergi ke rumah saudaraku Anya dan Adi. Mereka tinggal di Surabaya, wah jauh ya dan aku biasanya kalau sudah sampai kesana aku bersalaman dengan saudaraku, Pamanku, dan juga Bibiku, Bi Tuti. Kalian tau gak kalau Bi Tuti itu punya pabrik kue loh, dia juga bisa bikin kue dan rasanya, ehmmm jangan tanya lagi rasanya sangat enak. Dan Saudaraku ada yang ulang tahun, Anya. Dan sekarang kami mau buat kejutan buat Anya yaitu kuenya, kalau ulang tahunnya dia udah tahu tapi kalau kue dia tidak tahu. Makanya kakaknya Anya, yaitu Adi sekarang merahasiakan siapa pembuat kue yang akan menjadi kue ulang tahunnya.
“hai Adi, Anya”
“hai”
“eh, Ahmad jadi gak kamu kasih undangannya ke yang lain”
“iya, nanti aku kasihin”
“makasih”
“aduh, kalo ulang tahunya Anya itu kayaknya gak lengkap kalau ada kuenya Bi...Tu...”
“hei Ahmad kamu jangan kasih tau ke Anya soal kue ulang tahunya”
“lah, emangnya kenapa?”
“soalnya ini rahasia. Ingat, Ra...ha...si...a”
“iya deh”
“hei kalian ngomong apaan”
“hehe gak apa-apa kok”
“oh, gitu”
“nanti aku yang kasihin undangannya ya”
“iya, makasih”
Lalu aku pergi memberikan undangan kepada orang-orang yang ada di sekitar desa.
~~~
(kebesokan harinya)
       Dan hari esok pun dimulai, aku dan Adi disaat itu sedang merencanakan kejutan untuk Anya. Nah disinilah aku mulai kecapean dan akan ada yang mengejutkan hari ini. “Ibu, kami ke Tokonya Bi Tuti ya” “iya” “Tante jangan kasih tau si Anya ya” katanya Adi.  sesampainya di toko “Bi sudah belum kuenya?” “udah coba kalian rasakan dulu, enak apa enggak” setelah itu aku merasakan bagaimana rasa kuenya Bibi Tuti. Tapi saat merasakan kuenya Adi berkata “aduh kalau kita pulang kita bakalan dikacauin nih” “emangnya siapa?” “Dika temen sekolahku, dia itu suka ngambil kue punya orang tanpa izin, dan kalau kita pulang kita bakalan lewat rumah dia soalnya rumah dia itu berada dibelakang pagar desa” “tidaaaaakkk. Tapi kita rasain dulu kuenya” dan ternyata....Bleh pahitnya. Maklum, Bibi Tuti suka bikin kue terkadang manis, terkadang pahit. “Bi.. kok pahit sih” “oh maaf Bibi lupa ngasihin gula” “ayo kita bikin lagi Bi”
~~~
       (3 menit kemudian) “nah sudah selesai” “alhamdulillah sudah selesai ya”  lalu kami pergi kedesa untuk pulang kerumah. Tapi ada yang membuat kami kewalahan Dika temenya si Adi. lalu kami dikejar kejar sama Dika yang gak sopan itu. Dan kami ngeliat Anya lagi main aduh jangan-jangan dia bakalan ngeliat kotak yang kami bawa ini.
“halo kalian ngapain bawa kotak segede itu”
“ehh, mmm ini buat Bi Prinka”
“tapi rumah Bi Prinka kan disana kak”
“kami hanya mengambil jalan pintas”
“oh ya udah”
Setelah Anya pergi kami pergi ke rumah untuk membuat kejutan. Dan saat itu Anya sudah masuk rumah dan kami siap-siap untuk bersembunyi.
“Assalamualaikum, kakak..Ayah...Ibu...Om....Kak Ahmad. Kok aneh ya kenapa disini mati lampu”
“klik”
“kejutaaaan”
“wah jadi kalian bikin kejutan ini”
“iya.”
“dan kamu gak bakalan nyangka siapa yang bikin kuenya”
“emangnya siapa?”
“Bi Tuti”
“wah Bi makasih ya udah bikinin kue ini dan bikin kejutan ini”
“iya sama-sama”
Setelah itu kami merayakan ultahnya Anya. Wah benar-benar menyenangkan hari ini ya kawan.
~~~

Jumat, 04 Mei 2018

genre fantasy: snow tale: bab 1: badai salju


The snow tale
Badai salju
Musim panas yang indah berakhir karena penyihir salju menyerang desa

Pada tahun 2000 di Icia terjadi hal yang aneh sebuah badai salju yang belum dirasakan manusia pada umumnya, hujan es tajam menerjang kami, dan lalu salju yang dingin-ganas membuat banyak korban jiwa. Semenjak saat itu badai salju selalu datang pada tanggal lima bulan lima.

Sepuluh tahun kemudian...

Disaat sepuluh tahun terakhir, seorang anak yang bernama Larry telah lahir, ia adalah anak seorang raja yang baik dan bijaksana, dahulu dia memanglah lalim tapi dia mulai menjadi baik hati karena kekalahan dalam perang melawan Tiffany, mereka bukannya menjadi musuh tapi menjadi seorang teman.
~~~
Aku saat itu sedang pulang sekolah bersama temanku. Sekolahku tutup karena hari badai salju, dimana hari itu seluruh keluarga harus bersama. Tapi aku dan teman-teman sangat tersesat, karena dihari itu juga keadaannya sangatlah berangin dan bersalju. Kami berseru memanggil ayah dan ibu kami.

“Ayah-Ibu, kalian dimana” kataku dan Muffy

Kami berseru sampai suara kami serak. Dan lalu temanku Muffy yang bisa berkomunisasi kepada hewan mencari hewan yang dapat menolong kami.

“Muffy bagaimana ini” kataku

“tiada cara lagi aku harus memanggil burung hantu salju” kata Muffy

“apa?”kataku

“kuk-kuuk-kuuuk” panggil Muffy kepada burung hantu yang bertengger diatas pohon yang tertutupi salju

Lalu burung hantu salju datang menghampiri Muffy dan berbisik. Dan lalu burung itu pergi dari kami berdua.

Di istana...
“suamiku, dimana anak-anak?” kata Ibu Larry

“aku tidak tahu” kata Ayah Larry

“sepertinya mereka tersesat...mereka akan mati dalam kedinginan” kata Ibu Larry dengan cemas

“benar, ayo kita cari mereka... Gravill” kata Ayah Larry

Mereka berdua pun keluar dari istana, untuk mencari mereka berdua Larry dan Muffy, mereka menanya-nanya pada orang-orang luar, namun, mereka tak tahu dimana mereka. Secara tidak disadari kuda mereka lemas dan kuda itu tersungkur dan kereta kuda tersebut terjatuh   
“aaaaa....” teriak mereka.
 “anda tidak apa-apa yang mulia”
 “iya tidak apa-apa, kita dimana Gravill” 
“kita sudah berada di bukit...BUKIT!!!”
 kereta itu jatuh dari ketinggian yang sangat tinggi, dan kereta itu terjungkal-jungkal hingga kaki gunung, dan mereka meninggal dunia...
suara serigala melolong dengan sedih.
~~~
Badai telah berhenti dan mereka bisa pergi ke istana. “dimana semua orang kenapa sepi?”kata ku “benar...”
 saat mereka sampai di istana terlihat semua bersedih...
“Lark kenapa ini?” kataku

“yang mulia meninggal”

“APA???”

“iya mereka terjatuh dari bukit Villgart. Apakah yang mulia pangeran bisa mengikuti proses pemakaman mereka”

“baik aku bersedia”
~~~
7 hari kemudian...
Semenjak meninggalnya ayah dan ibunya Larry, ada sebuah pesta yang merayakan hari pelantikan Raja baru yaitu Larry. Saat itu mereka berbahagia sekali, mereka bersenang-senang, berarak-arak sambil bernyanyi.
Disaat itu....
Sebelum pelantikan Raja baru, aku berbicara pada Muffy.
“hai, Muffy” salamku kepada Muffy
“hai, Raja Larry... bisa bicara sebentar denganku?” kata Muffy
“ada apa memangya Muffy???” kataku
“nih, kamu sekarang kau harus menjadi Raja kan, ini kedua kalinya partaimu terpilih lagi, apalagi kau adalah temanku, dan orangtuamu kan kenal baik kepada keluargaku juga kan? Ini urusan tentang pertemanan kita” kata Muffy
 “tentu sja. Tapi apa hubungannya dengan pertemanan kita tentang pertemanan kita Muffy?” kataku kepada Muffy
“begini, kau tahu kan kalau sekarang aku hanyalah Rakyat 
jelata saja, bukan lagi anak pejabat yang termashyur. Tapi apakah kau akan membenciku, melupakanku, mengolok-olokku?” cemas Muffy

“tentu saja tidak!!! Aku mana  mungkin melakukan hal itu kepada temanku sendiri. Tapi mengapa kau bertanya tentang hal itu kepadaku?” tanyaku

“aku takut nanti kau tidak ingat aku lagi karena.... banyak urusan kerajaan yang sangat banyak.... aku takut sekali Larry. Kau tahu kan disaat kita masih kecil dulu, aku berusia tujuh tahun dan kau berusia dua belas tahun, dan kau bersumpah akan berteman denganku terus menerus hingga kita mati.... masalahnya juga aku takut kau melupakan sumpah itu karena kau menjadi Raja dan tugasmu amat banyak dan....” cemas Muffy lagi
Telunjukku menutupi bibir Muffy berkata....
“sudahlah jangan pesimis begitu, nanti aku akan selalu mengingatmu.... selamanya” kataku
Lalu, Muffy tersenyum manisnya....
“Calon Raja baru, silahkan anda naik ke panggung untuk pelantikannya” kata sang pelantik
“nah, sudah mulai Muffy.... doakan aku ya....” kata Larry
“iya, aku tahu Larry” kata Muffy
“Raja Larry dengan ini aku melantikmu menjadi Raja baru kita semua, dengan ini aku memberikan mahkota ini kepadamu dan...” diapu melantik Larry
“wah”
“wah”
“wah”
Tiba-tiba...
Langit menjadi merah dan lalu muncullah naga dari lagit ditunggang oleh seseorang yang membawa tongkat sihir dia adalah...
“hahahahahahaha”
“siapa kau yang datang dan membuat kekacauan disini hah?”teriakku
“aku? Hahahahahahaha jangan ditanya. Namaku adalah penyihir Tiffana, yang telah membuat badai salju ini... kali ini Ratu kalian telah membuatku marah, dan sekarang aku akan membekukan kalian semuanya, hahahaha, hyaaaahhhh” kata Tiffana
“LARI SEMUANYAAAA!!!!” teriakku
Semua orang berlari tunggang langgang menyelamatkan diri mereka yang mau membeku....
“MUFFY!!!”
“LARRY!!!”
Semuanya telah lari... namun, banyak sekali yang membeku akibat mantranya Tiffana
~~~
“semuanya membeku”
“parah sekali kutukan ini”
“orang-orang tak berdosa kepada Tiffana telah dibekukan olehnya”
“hiks, ayah-ibu”
“KAKAK, TIIIIIDAAAAAK”
“Larry, bagaimana ini” kata Muffy
“baiklah”
Lalu Larry berkata dengan bijak bahwa...
“jangan khawatir kalian semua”
“hah”
“saya, sebagai raja baru akan membuat negeri ini menjadi negeri yang indah lagi bersama dengan temanku yang setia ini, aku berjanji akan pergi mengalahkan Penyihir Tiffana, aku bersumpah”
“benarkah”
“ya, esok hari aku akan pergi bersama Muffy untuk mengalahkan Tiffana, aku.... bersumpah”