Kamis, 10 Mei 2018

genre Friendship: Friend's Story: bab 1: kue ulang tahun

Friend’s Story 1

Kue Ulang Tahun Buatan Bi Tuti


Halo aku Ahmad, aku tinggal di perumahan kamboja, Karawang. aku hari ini sedang pergi ke rumah saudaraku Anya dan Adi. Mereka tinggal di Surabaya, wah jauh ya dan aku biasanya kalau sudah sampai kesana aku bersalaman dengan saudaraku, Pamanku, dan juga Bibiku, Bi Tuti. Kalian tau gak kalau Bi Tuti itu punya pabrik kue loh, dia juga bisa bikin kue dan rasanya, ehmmm jangan tanya lagi rasanya sangat enak. Dan Saudaraku ada yang ulang tahun, Anya. Dan sekarang kami mau buat kejutan buat Anya yaitu kuenya, kalau ulang tahunnya dia udah tahu tapi kalau kue dia tidak tahu. Makanya kakaknya Anya, yaitu Adi sekarang merahasiakan siapa pembuat kue yang akan menjadi kue ulang tahunnya.
“hai Adi, Anya”
“hai”
“eh, Ahmad jadi gak kamu kasih undangannya ke yang lain”
“iya, nanti aku kasihin”
“makasih”
“aduh, kalo ulang tahunya Anya itu kayaknya gak lengkap kalau ada kuenya Bi...Tu...”
“hei Ahmad kamu jangan kasih tau ke Anya soal kue ulang tahunya”
“lah, emangnya kenapa?”
“soalnya ini rahasia. Ingat, Ra...ha...si...a”
“iya deh”
“hei kalian ngomong apaan”
“hehe gak apa-apa kok”
“oh, gitu”
“nanti aku yang kasihin undangannya ya”
“iya, makasih”
Lalu aku pergi memberikan undangan kepada orang-orang yang ada di sekitar desa.
~~~
(kebesokan harinya)
       Dan hari esok pun dimulai, aku dan Adi disaat itu sedang merencanakan kejutan untuk Anya. Nah disinilah aku mulai kecapean dan akan ada yang mengejutkan hari ini. “Ibu, kami ke Tokonya Bi Tuti ya” “iya” “Tante jangan kasih tau si Anya ya” katanya Adi.  sesampainya di toko “Bi sudah belum kuenya?” “udah coba kalian rasakan dulu, enak apa enggak” setelah itu aku merasakan bagaimana rasa kuenya Bibi Tuti. Tapi saat merasakan kuenya Adi berkata “aduh kalau kita pulang kita bakalan dikacauin nih” “emangnya siapa?” “Dika temen sekolahku, dia itu suka ngambil kue punya orang tanpa izin, dan kalau kita pulang kita bakalan lewat rumah dia soalnya rumah dia itu berada dibelakang pagar desa” “tidaaaaakkk. Tapi kita rasain dulu kuenya” dan ternyata....Bleh pahitnya. Maklum, Bibi Tuti suka bikin kue terkadang manis, terkadang pahit. “Bi.. kok pahit sih” “oh maaf Bibi lupa ngasihin gula” “ayo kita bikin lagi Bi”
~~~
       (3 menit kemudian) “nah sudah selesai” “alhamdulillah sudah selesai ya”  lalu kami pergi kedesa untuk pulang kerumah. Tapi ada yang membuat kami kewalahan Dika temenya si Adi. lalu kami dikejar kejar sama Dika yang gak sopan itu. Dan kami ngeliat Anya lagi main aduh jangan-jangan dia bakalan ngeliat kotak yang kami bawa ini.
“halo kalian ngapain bawa kotak segede itu”
“ehh, mmm ini buat Bi Prinka”
“tapi rumah Bi Prinka kan disana kak”
“kami hanya mengambil jalan pintas”
“oh ya udah”
Setelah Anya pergi kami pergi ke rumah untuk membuat kejutan. Dan saat itu Anya sudah masuk rumah dan kami siap-siap untuk bersembunyi.
“Assalamualaikum, kakak..Ayah...Ibu...Om....Kak Ahmad. Kok aneh ya kenapa disini mati lampu”
“klik”
“kejutaaaan”
“wah jadi kalian bikin kejutan ini”
“iya.”
“dan kamu gak bakalan nyangka siapa yang bikin kuenya”
“emangnya siapa?”
“Bi Tuti”
“wah Bi makasih ya udah bikinin kue ini dan bikin kejutan ini”
“iya sama-sama”
Setelah itu kami merayakan ultahnya Anya. Wah benar-benar menyenangkan hari ini ya kawan.
~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar