Ghost and
boy: revenge
Bab 1: rumah
kosong berpenghuni halus
Ini terjadi 10 bulan yang lalu bulan mei, tanggal 16 hari jumat, disekolah.
Kabar mengejutkan bahwa teman kami meninggal dengan perut yang bersimbah darah,
namanya Mira. Dia pergi ke gudang bersama adiknya, Deni, dan lalu terdengar
jeritan keras. Kemungkinan dia terbunuh oleh seseorang yang tidak ada disana,
adiknya ketakutan. Dan petugas kebersihan sangat kaget siang itu dan memfotonya
dan lalu membagikannya ke medsos. Kami melayat malam itu. Esok paginya, petugas
melaporkan ada yang mencurigakan di malam itu sebuah bayangan hitam yang
berjalan keluar pagar. tujuh hari telah berlalu.
Saat itu...
“hai Rika, Anto, Cindy, dan Budi” kataku
“hai, Boy” kata mereka berempat
“kita kekantin, sekalian cerita-cerita”
“ayo”
Di kantin
“heh temen-temen”
“apa?”
“kemaren gue ngelihat arwahnya Mira gentayangan, hiiiiiih,
serrrrrrrreeeeeemmmmm”
“ih, lu jangan nakut-nakutin dong, Budi mah”
“beneran, gue pas udah pulang dari mesjid bareng temen gue bertiga,
ngelihat putih-putih samar sama serem lagi jalan-jalan didalam rumah kosong dia
melihat kita bertiga, perutnya menganga gitu serem abis gan”
“kayaknya jasadnya si Mira kayaknya gak tenang deh di alam sana”
“emangnya dia sering berbuat keburukan selama hidupnya”
“kayaknya nggak deh, dia kan baik sama kita. Apa lagi pas dikuburnya gak
ada azab kubur kok”
“bener juga, OK besok sabtu kita kerumah kosong itu”
“ok, ubhhhh APPPPPAAAAAAAAAA”
~~~
Suatu malam sabtu jam 20.00 di lapangan.
“ok, temen-temen kita akan pergi ke rumah kosong itu untuk mencari misteri
rumah bekas almarhum Mira”
“iya, dan kamu jangan ketakutan ya Anto”
“ih gue emang takut kalllleeee, nih si Boy ngajakin mulu”
“ini kan kita mau melacak keberadaan arwahnya kak mira”
“iya aturan kamu tuh jangan takut... pokoknya entar kita temenin deh”
“ok”
(di rumah kosong)
Saat itu, Kami melacak misteri di rumah tersebut... dengan menggunakan bantuan kamera, perekam,
dan senter. Kami masuk kerumah tersebut.
“baiklah kita akan melacak arwahnya dan lalu kita menggunakan kamera untuk
melihat misteri yang ada di sini”
“OOOOKKKK....”
“TIIIIDAAAAKKK”
Kami sudah masuk ke dalam melihat-lihat sekeliling rumah..... kami melihat
perabotan yang sudah usang, meja makan yang berantakan, seperti sudah ditinggal
oleh dunia. Namun, kami meihat....
“apa itu....”
“Bayangan Putih”
“ih, jangan nakutin deh aaaahhhh....”
“DIEM AAAANTOOOO”
“udah jangan teriak, dan juga jangan sompral di sini”
“iya, tahu nih Anto”
“yah kaliannya sih”
“udah pada diem napa, nanti kan nggak enak sama warga yang lagi tidur”
“iya, deh...”
“apa ini, DARAH”
“aduhh, kena...ubhhh”
“diem lu anto”
“kenapa bisa ada darah disini ya...”
“gak tahu, tapi kayaknya kita bisa ngikutin deh..... ayo”
“ayo”
Kami pun melacak keberadaan arwahnya Kakak Mira... kami melacak jejak darah
yang ada disini... kemudian...
“hah, jejak darahnya habis”
“kayaknya ini deh tempatnya”
Tiba-tiba...
“apa ini darah...”
Darah berada ditangannya dan terkejut bahwa ada tulisan darah di tembok...
Selamat datang di rumahku... apakah kau ingin bermain
denganku?
Petir bergemuruh, udara mendigin, seluruh keadaan makin
mencekam
“apa ini sebenarnya? Kenapa ada tulisan ini?” kata Anto ketakutan
“kita jawab saja... baiklah”
Baiklah... kau tahu siapa yang menarik orang-orang dengan
matanya? Dan lalu orang itu mengikutinya dan membunuhnya?...
Lalu Boy menjawab....
Penghinoptis.... benar... dan tebak siapa aku?...
Darah jatuh dari matanya dan dia melihat tetesan darah dari atas atap...
dan...
“AAAAAAAAAAAAA” teriak boy
“aaaaa, seramnya” kata Anto
“Boy, kamu ngerasain apa?” kata Cindy
“gue ngeliat Kakak. DIA MAU DICEKIK SAMA ARWAHNYA ALMARHUM KAK MIRA”
“apaaaaaa?” teriak Anto
“ish diem deh Anto”
“sebenernya kamu maunya apa hah...???” kata Boy
“aku gentayangan di rumah ini karena tidak tenang. Dan
kalian menggangguku. Aku akan mencekik kakakmu”
“kaaaaakk awas, dia akan mencekikmu”
“apa? AAAAAAA.... AKHHHH”
“KAAAAAAKKKK”
Kakakku pingsan dan kami pun membawanya kerumahku.
~~~
Keanehan yang terungkap:
Rumah kosong yang dikunjungi Boy, Rika, Anto, Cindy
ternyata rumahnya ALMARHUM KAK MIRA sendiri, sebenarnya keluarga Almarhum Kak
Rika telah pindah dari rumah tersebut dan mereka tinggal di Perum yang sama
namun berbeda RT. Dan Kak Mira masih tinggal di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar